Gerbang Gereja HKI di Simalungun Dipalang, Jemaat Beribadah jadi Molor

Gerbang Gereja HKI di Simalungun Dipalang, Jemaat Beribadah jadi Molor
Salah satu gerbang Gereja HKI Dipalang

Simalungun- Rombongan Praeses Huria Kristen Indonesia (HKI) Distrik I Sumatera Timur I dan Puluhan jemaat Resort Khusus Siborong-borong Lontung Resort Tiga Dolok tertahan di luar pagar gereja HKI Siborong-borong Lontung Resort Tiga Dolok di Nagori Bandar Dolok Kecamatan Dolok Panribuan Simalungun, Minggu (6/9).

Pasalnya, jemaat yang diduga pro oknum Pdt Leo Simanjuntak yang memimpin di gereja tersebut telah dimutasikan oleh (Pimpinan Pusat) HKI, menolak kedatangan Praeses Pdt J.Sipahutar STh yang bertujuan akan membacakan SK perpindahan Oknum Pdt Leo ke Resort Naga Saribu Humbanghas.

Pantauan media ini di lokasi, di kedua pintu gerbang gereja terbentang Spanduk yang bertuliskan ," Kami Ruas HKI Khusus Siborong- borong Lontung menolak diasuh oleh Praeses dan Menolak SK Mutasi Pdt Leo." tulisan spanduk terpampang.

Selain itu, pada kedua pintu gerbang menuju Gereja juga tampak bangku bangku dipalangkan agar Praeses dan jemaat lainnya tidak dapat masuk ke dalam gereja. Sekira jam 09.00 wib rombongan Praeses Pdt.J.Sipahutar STh didampingi Tim Majelis, Parhalado dan puluhan jemaat tiba.

Kedatangan Praeses memimpin ibadah dan membacakan SK Mutasi Pdt Leo bersama rombongan dihadang oleh jemaat yang tampak mayoritas omak-omak yang melarang mereka masuk ke dalam gereja.

“Buka gerbangnya, buka! Agar kita semua jemaat ibadah bersama Praeses Pdt J.Sipahutar . Tolong jangan halangi kami beribadah,” teriak anggota Majelis St J.Silalahi.

Penutupan gerbang itu lantaran rombongan utusan PP HKI yang datang bertujuan untuk mengumumkan SK Mutasi Pdt Leo ke Resort Naga Saribu Kabupaten Humbanghas. Tampak juga bahwa ada puluhan jemaat yang setia menemani Praeses (red,parhalado dan jemaat).

Pareses dari Distrik I bersama Majelis,parhalado dan jemaat berusaha mencari jalan damai dengan mengajak bicara para jemaat pro Pdt Leo yang menutup gerbang gereja itu. Namun para mereka ngotot menolak Praeses memimpin Ibadah serta membacakan SK mutasi Pdt Leo.

Mereka bersikukuh menutup gerbang dan tak mengizinkan utusan dari Distrik masuk ke wilayah gereja. Akibat penutupan gerbang gereja itu, jadwal ibadah molor hampir satu jam.

Bahkan sempat terjadi adu tegang urat antar jemaat dengan para penetua yang menerima kedatangan praeses. Karena tidak diijinkan masuk ke gereja maka Praeses terpaksa memimpin ibadah di pinggir jalan Siantar-Parapat (red, depan gereja HKI Lontung)

Sementara Praeses Pdt J.Sipahutar STh di konfirmasi di tempat menyampaikan bahwa berhubung adanya gejolak antar Parhalado (jemaat) dengan Pdt Leo selama ini maka PP HKI telah menghujuk Pdt J.Sipahutar mengasuh Gereja HKI resort khusus Siborong borong Lontung menunggu adanya Pdt Defenitif yang akan ditugaskan oleh PP HKI.

"Sebenarnya tidak ada lagi haknya Pdt Leo memimpin jemaat di sini karena saya sudah tugas kan oleh PP HKI. Namun Pdt Leo tetap bercokol dan mematuhi SK tersebut bahkan diduga memprovokasi jemaat membuat keributan hingga membuat malu kepada masyarakat sekitar. Namun dengan demikian hal ini nantinya akan kita sampaikan kepada PP HKI.Terserah PP HKI apa tindakan yang akan dibuat," ucap J.Sipahutar

Salah seorang Sintua menyampaikan bahwa beberapa waktu yang lalu Pdt Leo pernah mengatakan bahwa jika Praeses datang ke gereja HKI Resort Siborong borong Lontung maka akan ada pertumpahan darah." pdt macam apa itu,? kecam Sintua.

Tidak hanya itu pernah juga beberapa jemaat mendatangi rumah Praeses serta mengatakan bahwa jika praeses harus datang ke Gereja HKI Lontung maka akan jadi laper," beberapa. Saat bersamaan beberapa tokoh ditemui di sekitaran lokasi mengatakan bahwa sangat disesalkan,jemaat yang diduga pro Pdt Leo tidak mengetahui sebenarnya tidak memahami apa yang sedang terjadi di HKI Siborong borong Lontung.

Informasi dihimpun disekitaran gereja HKI Siborong borong Lontung, parhalado juga jemaat yang tidak bersedia namanya dituliskan menuding oknum Pdt mata duitan.

Pasalnya diduga banyak penyelewengan dana rehab gereja yang bersumber dari CSR BRI. Dimana Oknum Pdt berbelanja sendiri tanpa koordinasi dengan panitia pembangunan atau bendahara dalam merealisasikan bangunan fisik gereja.Dan hingga saat ini bukti bukti perbelanjaan tersebut tidak pernah ditunjukkan oleh Pdt Leo.

Hal ini juga pernah disampaikan oleh PP HKI kepada jemaat saat mendatangi kantor pusat HKI beberapa waktu lalu. Kemudian sangat disayangkan dengan pergunjingan yang berjolak selama ini bahkan sempat ada dugaan bahwa Pdt Leo menciptakan pro kontra antara parhalado dan juga jemaat yang bahkan sudah tua dan tidak mengerti percis dengan situasi gereja saat ini dan masalah apa yang sedang terjadi.Bahkan setoran ke daerah juga sampai saat ini diduga belum diserahkan oleh Pdt Leo.

"Suatu saat nanti kebenaran akan terungkap dan jemaat akan menyadari pekerjaan oknum Pdt yang selama ini," ucap Sumber.

Hingga berita ini dikirimkan, Pdt Leo Simajuntak belum berhasil dikonfirmasi terkait kejadian yang terjadi itu. laporan Martinus.(tom)